Friday, June 30, 2006

Kecewa

Lagi-lagi hatiku dikecewakan oleh seseorang. Lagi-lagi aku merasa sendirian. Lagi-lagi aku merasa sangat bodoh karena berharap. Lagi-lagi aku merasa sangat sebal dengan yang namanya 'Persahabatan'

Mungkin harusnya aku tak berharap banyak pada janji-janji. Harusnya aku tak terlalu percaya pada setiap perkataan orang lain. Harusnya aku tak membangun tembok harapan yang tinggi atas setiap hubungan. Harusnya aku tak menggantungkan harapan muluk-muluk pada sebuah relasi. Harusnya aku tak terjerumus terlalu dalam pada yang namanya persahabatan. Harusnya aku tak lengket dengan beberapa orang saja. Mungkin.....

Harapan akan berteman selamanya....
Keyakinan bahwa persahabatan ini tidak akan pernah luntur
Keyakinan bahwa segala sesuatu akan menyenangkan bila dilakukan bersama-sama
Keyakinan bahwa dia akan selalu ada di sampingku dan menemaniku
Keyakinan bahwa komunikasi ini tidak akan pernah terputus meski kita akan memiliki pasangan hidup masing-masing

Tapi...
Tak bolehkah aku berharap pada orang lain... Tak bolehkah aku berharap banyak pada suatu relation? Tak bolehkah aku masuk jauh ke dalam suatu relation? Jika boleh, kenapa di saat harapan dan keyakinanku sudah terbangun justru aku dijatuhkan ke dalam sebuah lubang tanpa tangga???

Dan sekarang...
Manakan hasilnya? Manakah buktinya..??? Lagi-lagi aku merasa kecewa. lagi-lagi aku merasa ditinggalkan. Lagi-lagi aku hanya bisa memandang dari jauh sambil mengenang waktu-waktu yang telah dihabiskan bersama. Lagi-lagi aku hanya tersenyum sambil menyembunyikan tangis saat melihat polahnya. Lagi-lagi aku tak mengerti alasan dibalik hancurnya harapan dan keyakinanku akan persahabatan. Lagi-lagi aku tak mengerti dengan relasi anak manusia. Lagi-lagi aku memandang sinis pada masalah ini...

Mungkin dia tak tahu aku kecewa. Mungkin ia tak sadar bahwa aku sering menatap di kejauhan. Mungkin ia tak melihat bahwa aku sering melamunkan dirinya... sering menangis seperti orang bodoh... menangisi segala yang telah terjadi.... menangisi kepergiannya dari sampingku...

Bila aku boleh meminta keajaiban, aku ingin mengulang kembali saat-saat kebersamaan kami. Saat-saat penuh canda tawa dan penuh perang mulut. Saat adu pendapat... saat saling curhat dan berempati... saat saling mensupport.... saat rasa saling percaya dan harapan masih ada.....

No comments: