Liburan tanpa acara jelas membosankan. Liburan penuh dengan kenangan, itu yang sangat diinginkan setiap orang. So, gimana dengan anggota PA-PS? Apakah liburan ini akan berlalu begitu saja ataukah akan meninggalkan kenangan dan mendapatkan pelajaran berharga? Kita lihat bareng-bareng yuk…..
Detik –detik liburan sudah di ambang mata. Sejak pertengahan Juni kemarin, sebagian besar anggota PA-PS sudah bebas dari rutinitas sekolah. Sebagian besar anggota PA-PS melakukan liburan bersama keluarga masing-masing. Namun ada juga yang tidak pergi keluar
Tapi, begitu memasuki akhir bulan Juni, semangat liburan mulai terasa. Dan saat mulai memasuki bulan Juli, semangat liburan semakin meledak- ledak. Rencana yang telah disusun sejak bulan Februari itu akan dilaksanakan di bulan Juli ini. Jadi jelas saja semuanya merasa sangat bersemangat dan tak sabar menantikan hari H nya.
Tanggal 5-7 Juli 2006 menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi seluruh anggota PA-PS. Hari itu… kami semua akan memulai perjalanan bersama. Tepatnya akan mengikuti acara rekoleksi di The Village. Acara tahunan PA-PS ini diikuti oleh 127 peserta termasuk anggota dari
Berbagai acara disajikan dan mampu membuat kami semua semakin akrab satu sama lain. Selain itu, kami jadi lebih mengenal Tuhan dalam diri sesame kami, orang tua kami dan juga alam yang ada di sekitar kami. Acara hari pertama ditutup dengan Taize yang membuat kami merenung akan berartinya orang tua kami di rumah. Kami tak mampu menahan haru membayangkan orang tua kami dan tindakan kami sehari-hari. Kadang kala kami semua masih suka membuat mereka kesal dan marah. Tapi mereka tetap baik pada kami.
Hari kedua, acara semakin padat. Dimulai dengan olahraga pagi, doa, dan session-session serta outdoor activity yang mengambil tempat di kolam renang. Malam harinya, kami menonton sebuah film dengan judul Miracle yang bercerita tentang seorang anak laki-laki yang tidak menyerah pada sakit tumor otaknya.
Setelah itu, ternyata panitia menyiapkan sebuah acara kejutan sebelum acara api unggun. Emaus Journey, mereka menyebutnya. Kmai dikumpulkan di lapangan terbuka. Di situ, ketua panitia memarahi seluruh panitia karena dianggap kurang bertanggung jawab dengan tugas masing-masing. Setelah itu, mereka pergi. Pura-puranya siy pulang tapi ternyata ke tempat jurit malam. Track-tracknya sudah mereka siapkan di samping penginapan, di sebuah lahan milik penduduk setempat yang memiliki kolam ikan dan ada daerah landai yang mirip jurang. Kami diutus melewati track itu berkelompok, antara tiga sampai 4 orang dan hanya dibekali dengan 2 buah senter.
Hari ke-3, acara tak terlalu padat. Hari itu, kami akan pulang. Sebelum pulang, kami mengadakan misa dahulu yang dipimpin oleh pastor Mardi, OSC. Oh,iya, kami juga didampingi oleh suster Evelin, OSU lho.
Trus, apa yang aku dapat???
Hari kedua... malah sakit panas. Dari pagi sampai sekitar jam 3 yang aku lakukan hanya di kamar aja. berbaring dan tidur. Temen2 sibuk acara... aku malah tidur. sesekali aku ditengok temen atau pendamping dan diberi obat. ada yang ngerokin segala. Baek banget mereka... perhatian lagi... diambilin makan dan obat... setelah ngerasa sehat... aku ogah di kamar... mulai deh gak bisa diem... ada aja yang aku lakukan. Untung gak ikut nyebur di kolam. hahahha.. bisa sakit lagi deh...
Hari ke3.... aku malah dapet predikat: "PANITIA TERGALAK" dari seluruh anggota...
2 comments:
enjoy kan lah yg namanya holiday! ntar kl ga dapat holiday.. bingung pula! hehehe :-)
Keep up the good work »
Post a Comment