Wednesday, October 04, 2006

Good Bye.. Leonardi Lintang...

Perampok di Serpong menembak Korbannya

Laporan Wartawan Kompas Soelastri Soekirno


TANGERANG, KOMPAS--Aksi perampokan yang menggunakan senjata api dan dilakukan terang-terangan di keramaian jalan Raya Serpong, Kabupaten Tangerang, Selasa malam (3/10) menimpa keluarga Ihsan Lesmana. Dalam perampokan tersebut penjahat menembak Leo Lesmana (21), putera Ihsan yang sebelumnya mencoba mempertahankan isi tas berisi uang tunai hasil penjualan dari toko Leo Handphone milik keluarga korban.

Ihsan sampai malam tadi belum bisa dimintai keterangan karena masih shock dan dirawat di Rumah Sakit Ashobirin Serpong. Menurut Chris Verdiansyah, kerabat korban, aksi kejahatan tersebut terjadi Selasa sekitar pukul 18.20 di toko handphone milik Ihsan di Jl Raya Serpong tak jauh dari WTC Serpong.

Sebenarnya, lanjut Chris, malam itu anak beranak itu sedang bersiap menutup tokonya. “Mereka sedang berbenah. Leo sedang memasukkan uang dan voucer ke dalam tas,“ urai Chris. Tiba-tiba datang dua lelaki naik sepeda motor yang langsung hendak merebut tas dari tangan Leo.

Terjadi pergumulan antara Ihsan, Leo dan dua penjahat. Leo bersikeras mempertahankan tas yang ia bawa. “Saat itulah salah satu perampok menembak Leo. Sepupu saya itu langsung dibawa ke RS Ashobirin namun sampai di sana ia meninggal dunia,” lanjut Chris.

Belum diketahui berapa kerugian materi Ihsan. Kapolsek Serpong Ajun Komisaris Susatyo tadi malam masih sibuk melacak keberadaan tersangka.

indosiar.com, Tangerang - Sebuah counter handhpone Selasa (03/10/06) malam dirampok kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang. Selain berhasil menjarah uang tunai dan voucer 40 juta rupiah, pelaku juga menembak hingga tewas pemiliknya karena berusaha melawan.

Komplotan perampok sadis yang biasa mengincar calon korbannya saat hendak menutup toko kembali terjadi. Kawanan perampok tersebut Selasa malam merampok counter HP di Jalan Raya Serpong Pondok Jagung, Serpong, Tangerang.

Menurut saksi mata, aksi kawanan pelaku berlangsung hanya dalam hitungan menit dan diperkirakan berjumlah dua orang dengan menggunakan sepeda motor. Dalam aksinya, seorang pelaku berpura-pura turun untuk membeli voucer isi ulang. Saat pemilik toko Leo Lesmana hendak menutup tokonya, tanpa bosa-basi para pelaku memaksa korban menyerahkan tas berisi uang tunai, handphone dan voucer bernilai 40 juta rupiah.

Karena melakukan perlawanan, salah seorang dari perampok kemudian menembak Leo Lesmana dibagian dada kiri. Karena banyak mengeluarkan darah, nyawa korban akhirnya tidak tertolong. Mayat korban korban kemudian dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Tangerang untuk menjalani otopsi. Hingga kini kasus tersebut masih ditangani Polsek Serpong Tangerang. (Mas'ud Ibnu Samsuri/Sup)

berita di atas adalah berita tentang seorang teman ku di SMU. Teman melewati masa-masa di SMP dan SMU...
Masih segar di benakku... tingkah lakunya yang konyol, caranya berjalan, tertawa dan berbicara. Apalagi beberapa jam sebelum ia terbunuh oleh timah panas, aku masih sempat bertemu dengannya. Masih sempat mengobrol dengannya

Leo: "Halo Mel"
Aku: "Eh, yo,... pa kabar?? Gak kuliah lo?"
Leo: Gue lagi musim ujian. Hari ini lagi gak ada ujian."
Mel: "O... gue lagi mau kuliah..

Then.. aku ke ATM dan dia menuju ke angkot merah. Setelah dari ATM... aku ketemu lagi di angkot.. seangkot ma dia lagi. sebelum dia turun..masih sempat mengucapkan salam.

Leo: "Yo.. mel.. gue duluan ya..."
Mel: "Ok... Yo"

Tak kusangka itu akan menjadi salam terakhir dan pertemuan terakhirku dengannya.. Sungguh singkat sekali hidupnya di sini. di dunia ini.

Selamat Jalan, Yo...

No comments: