Friday, October 26, 2007

Dia, aku, udara

Aku belajar sesuatu.

Ketika aku mencintai seseorang, bukan berarti orang itu harus menjadi milikku seorang. Bukan pula dia harus berada selalu dekat denganku. Bukan pula aku harus selalu tau kegiatan dia. Dia adalah dia. Dan Aku adalah Aku. Dia adalah burung yang terbang di langit. Bebas dan berkuasa atas dirinya sendiri. Begitupun aku. Aku ada burung yang ada di udara. Bermain dan terbang di atas. Menikmati kebebasan dan memiliki kuasa atas diriku. Bukan orang lain.

Ketika dia memiliki sesuatu di hatinya, bukan hakku untuk mengintipnya. Bukan hakku untuk melihatnya. Bukan hakku untuk menanyakannya. Hanya dia yang bisa. Hanya dia yang boleh. Bukan aku.

Saat itu tiba. Saat aku harus meninggalkannya. Saat aku harus terbang sendiri. Saat aku harus mencari lagi. Bukan berarti dia meninggalkanku. Bukan berarti aku tak akan bertemu dia lagi. Bukan berarti aku tak boleh melihat senyumnya. Tapi aku harus menyimpan senyum terindahnya dalam hatiku. Membawa gema tawanya dalam kepakan sayapku. membawa setiap keping kenangan dalam helai bulu-buluku. Dan itu yang akan menjadi hartaku. Menjadi penopangku. Menjadi temanku.

1 comment:

Anonymous said...

yess, vertamax......
dalem, nih...
sama seperti kasus gw...
salam kenal, ya..
thx dah main ke blog gw..
:lol: