Sunday, December 16, 2007

Jadi Apa Ya???

Jadi apa ya???

Kalau ada yang bertanya apa yang aku lakukan setelah lulus kuliah nanti, aku bingung menjawabnya. Aku tak tau apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Apa yang aku kerjakan. Aku akan bekerja apa? Aku akan menjadi seperti apa. Aku belum tau. Biasanya aku menjawab, ya…pokoknya diselesaikan dulu yang ada di depan mata.

Selama ini, aku tidak punya bayangan bahwa aku akan bekerja di belakang meja dengan baju kemeja atau blazer dan tenggelam di tumpukan kertas yang berisi angka-angka, dahi berkerut, tangan mengetuk-ngetuk meja sambil berpikir, memakai sepatu hak tinggi. Terikat dengan nine to five…. Rasa-rasanya tak pernah terlintas di benakku. Yang terlintas dalam benakku justru keinginan yang semasa SD dulu sering terlintas dalam benakku. Sering aku mimpikan, sering aku bayangkan, dan pernah aku utarakan pada orang tuaku namun biasanya ditanggapi sebagai ocehan anak kecil. Tapi justru bayangan itu yang sering terlintas di benakku.

Bayangan seorang aku yang memakai baju sesukaku, memiliki jam kerja yang fleksibel, sering berpergian, ada kamera hitam bergelantungan di leherku, memakai tas ransel warna hitam atau coklat tua. Mengendarai motor atau mobil yang sedikit macho. Rambutku panjang dan diikat ekor kuda. Bukan sepatu hak tinggi yang aku pakai, tapi sepatu kets yang membuatku nyaman untuk bergerak. Berlari ke sana-kemari, asyik jeprat-jepret ke semua hal yang menarik bagiku. Bayangan seperti ini justru yang sering terlintas dalam pikiranku.

Bahkan waktu SD dulu, aku sering bermimpi untuk bisa menjadi seseorang yang meliput ke medan perang, menyebarkan penderitaan yang terjadi akibat perang lewat gambar dan tulisan. Pikiran anak kecilku dulu menganggap lebih keren orang yang mengabadikan sesuatu lewat gambar dan tulisan ketimbang orang yang duduk di belakang meja dan melakukan pekerjaan yang monoton. Memang she… dulu aku berpikit orang yang kerja kantoran itu banyak duit, keluar masuk gedung yang bagus dan bisa nyicip naik mobil mewah. Tapi dia gak bisa menikmati bagaimana asyiknya di jalanan. Memandang sesuatu yang berbeda setiap hari. Itu justru lebih asyik. Lebih menantang.

Hm…. Bayangan dan keinginan yang dulu dan mungkin sekarang juga masih mendapat tentangan dari keluargaku. Seperti halnya saat memutuskan jurusan yang akan aku masuki di bangku kuliah. Dan akhirnya aku masuk ke dalam dunia yang penuh berhitung dan berlogika. Berpusing ria memikirkan cara agar suatu prosedur tidak kecolongan, validasi-validasi yang mungkin bisa dipakai dan bisa menjadi control. Coding-coding yang membuat mata berkunang-kunang karena bisa jadi ada satu tanda titik yang salah peletakkannya. Hal yang seringnya membuat aku merasa sangat bosan, asing, dan eneg.. L awal kuliah terpikir olehku untuk cepat-cepat menyelesaikan kuliah ini dan segera belajar hal yang aku sukai dan inginkan. Seiring berjalannya waktu, memang keinginan itu tidak mengendor, tapi aku menyadari banyak hal lain yang harus aku pikirkan untuk meraihnya. Ya… khususnya modal untuk meraihnya, karena aku ingin modalnya dari diriku sendiri. Bukan minta… hehehhe…jadi tetep aja kudu kerja dan ngumpulin duit ya… =P


 

Di dalam ruang kuliah pun aku merasa seperti salah masuk kelas. Aku belum menemukan keasyikan di dalamnya, meski aku telah menerima untuk berdamai dan berusaha semampuku. Hhh…. Tetap saja aku kurang bisa menikmatinya.

Aku pernah bertanya pada teman-temanku yang sudah sering bersama dengan aku dan sedikit banyak tau dan paham akan diriku. Aku Tanya mereka, menurut mereka, pekerjaan seperti apa yang cocok untuk diriku nantinya. Semuanya selalu menjawab, bukan pekerjaan yang mengikat loe di belakang meja. Tapi lebih ke pekerjaan lapangan. Pekerjaan yang gak monoton, dan mengharuskan loe banyak bergerak. Can be boss to some people.


 

So… seperti apa ya???? Lihat saja nanti deh… aku sendiri masih bingung. Beberapa waktu lalu, aku sempat browsing di internet, mencari tempat-tempat yang menyediakan kursus jurnalistik media cetak dan fotografi. Baru membanding-bandingkan fasilitas, harga,kualitas, dan apa saja yang kita dapatkan. Belum sampai memutuskannya.


 

Kalau untuk jangka waktu pendek ini, yang aku inginkan adalah keliling satu kota tapi tidak menggunakan transportasi pribadi atau yang mahal. 'Ngegembel' di satu kota dan mencari sudut lain yang mungkin dan pasti tak ditemukan dalam perjalanan biasa. Sayangnya, belum menemukan orang yang pas. Kalo aku cowok mah… gak peduli. Lah, ini cewek, mana dikasih ijin buat jalan-jalan sendiri gitu…. Sedihnya…. Hehehehhehehhe…..

No comments: