Sesak...
hanya itu yang saat ini aku rasakan.
bukan rasa excited menjelang Hari Bahagia. Bukan itu yang aku rasakan.
Lelah...
rasa ini juga yang aku rasakan saat ini..
jika ada yang mengatakan "setiap pengantin ada cobaannya sebelum Hari H" mungkin ini cobaan yang cukup berat. cobaan yang bukan hanya dirasakan oleh aku dan pasangan saja tapi juga oleh ribuan bahkan ratusan ribu orang di luar sana.
Gempa Donggala dan tsunami Palu.
Peristiwa ini bagai sengatan halilintar di sore hari. Tak menyangka akan terjadi. Jika sebelum-sebelumnya aku hanya membaca di berita bagaimana keluarga was-was tidak mendengar kabar dari sanak saudara yang ada di tanah bencana... sekarang kami sendiri yang mengalaminya.
Sanak saudara pasanganku ada di sana. di tanah Palu. Dan sejak adanya gempa komunikasi benar-benar terputus beberapa hari. Kami tak mendengar kondisi mereka. Harap-harap cemas menghantui kami. terutama dia. bagaimana keadaan papa mamanya.. bagaimana keadaan saudara-saudara di sana. pikiran kami langsung berhenti di tanah palu. tak ada pikiran untuk hal-hal lain lagi. tiap menit mengecek hp berharap ada sms masuk.
Dan hari Minggu malam, 30 September, sms itu datang mengabarkan keluarga selamat semua meski kondisi susah. dan sekarang yang kami harapkan mereka bisa keluar dari Palu.
No comments:
Post a Comment