Entah apa yang sedang terjadi. Entah apa yang akan terjadi lagi. Belum lagi genap 2 tahun bencana hebat terjadi di negeri yang konon kaya sekali. Belum genap 2 tahun ombak besar menyapu habis isi daratan Aceh yang khas. Belum genap 2 tahun pula ratusan ribu atau bahkan jutaan jiwa melayang tanpa bekas, jutaan lainnya masih menyimpan kenangan pahit itu di pelupuk mata, jutaan lainnya masih menderita akibat sapuan ombak yang biasanya mengundang decak kagum. Ekonomi dan politiknya pun masih belum stabil.
Dan Kini... giliran pulau Jawa yang terkena bencana. Dua Tahun lalu pulau Sumatra dengan daerahnya yang unik. Sekarang pulau Jawa dengan daerah Yogya dan Jawa Tengah yang eksotis dan khas.
Pagi yang damai dan cerah tiba-tiba menjadi sebuah kepahitan dan awal derita ketika bumi ingin merubah posisi tidurnya. Sudah Jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin itu sebutan yang pas untuk kondisi Jogya saat ini. Bahaya Gunung Merapi akan memuntahkan isi perutnya belum lagi hilang bahkan semakin mengundang waspada ketika bumi berpindah posisi.
Gempa dahsyat membuat rumah-rumah tradisional hancur berantakan, rata dengan tanah beserta dengan seluruh isinya termasuk nyawa-nyawa yang mungkin masih bergelung di dalam selimut tebal dan sedang berlayar di pulau mimpi. Goncangan yang tak terlalu lama itu bisa membuat kota dan desa yang khas itu menjadi lumpuh seketika dan hampir menjadi kota tangisan. Puing-puing papan, genteng, bambu-bambu penyekat, dan kayu-kayu penyangga berserakan di tanah.
Seketika itu pula ribuan orang tewas. ribuan lainnya menjadi sebatang kara, ribuan lainnya menjadi ketakutan dan trauma. Jerit tangis seperti sebuah nyanyian kematian yang disuarakan di setiap sudut kota.
Sore ini, temanku sms, dia akan pulang ke Jogja. Melihat kondisi orang tuanya dan saudara-saudaranya yang tersebar di kota yang sedah bersedih itu. Keluarganya sehat dan selamat dari bencana itu. Hanya rumah mereka saja yang rusak. Namun, aku tak tahu seberapa parah rusaknya. Nanti saat dia sampai di kota itu lewat jalan darat yang rasanya dengan motor kesayangannya itu, barulah ia akan memberi kabar lagi. Semoga keluarganya benar-benar selamat.
Lagi, hati kita diketuk. Batin kita diajak untuk sedikit berbagi dengan mereka. Kesenangan kita kembali diajak untuk ditinggalkan sejenak. Membagi sesuatu untuk mereka. Memberi sesuatu yang sekiranya bisa membuat mereka bisa mengatasi akibat dari bencana ini. Kepercayaan kita kembali diajak untuk turut berdoa dan memohon kepada-Nya bersama mereka. Tak hanya untuk yang telah pulang ke kerajaan-Nya, tapi juga yang masih ada di dunia agar mereka bisa pulih dari kesedihan dan mimpi buruk ini. Berjuang untuk bagian mereka sendiri dan juga bagian yang sudah meninggal. Menyelesaikan semua mimpi-mimpi yang pasti akan bisa diwujudkan dan memberikan yang terbaik....
3 comments:
Aku pun turut prihatin Mel, korban gempa tektonik Jogja belum disebut sebagai bencana nasional, padahal korbannya sudah ribuan pula, ... hik, hik, hik, ,,,,
Makanan telat, penanganan evakuasi korban telat, bantuan uang telat, jadi tambah sedih pula hati ini. Nelangsa, sudah jatuh ketimpa tangga lagi, sudah miskin semakin miskin saja, ... hik, hik, hik, ....
Menangislah sekeras-kerasnya biar keluar semua curhat yang lagi berduka nestapa ini. Oh gempa yang mengambrukkan bangunan, di mana lagi mau tinggal dan berlindung untuk mengurangi panas terik dan menghindar basah dari hujan deras.
What a great site » » »
Excellent, love it! Micron laptop cpu upgrades Miscellaneous metals inc 401 k retirement plan hewlett packard pda keyboard Bf2 graphics card Fiat multipla driver air bag Kohls school backpacks Search engine positioning tool oman Fusionsoft dvd player xp Mature fat mom 05 2004 porsche boxster's Cisco chain fishing maps garmin pda accessories Freeware web site Pda conferences Big natural bbw
Post a Comment