Wednesday, September 20, 2006

Pengamen Jalanan di Kereta KRL

Saat naik bus kota pasti kita sering menjumpai pengamen-pengamen jalanan dengan berbagai gaya nyanyi dan atribut. Mulai dengan yang menggunakan barang bekas seperti tutup botol minum sampe yang pakai musik karaokean... Penyanyinya.. mulai dari anak kecil sampai dengan orang yang sudah tua.. Entah yang cacat tubuh ataupun yang sehat dan sempurna. Bahkan tak jarang kita menjumpai ada pria yang menjadi wanita dan menyanyi di angkutan kota (Jadi Bencis).

Kalau di kereta... apakah namanya tetap pengamen jalanan??? Tak tahu ya... Seingatku, mereka tak pernah menyebut diri mereka pengamen jalanan saat memperkenalkan diri. KAdang tak ada acara perkenalan seperti basa-basi yang dilakukan oleh pengamen di bus. Pengamen di kereta justru seringkali mengenal orang-orang yang ada di kereta. mungkin karena mereka sering melihat di atas kereta. Gaya mereka tak beda jauh dengan pengamen di bus kota.

Yang sedikit membedakan mungkin hanyalah pengamen di atas kereta ini, ada yang berkelompok. Mereka ada yang terdiri dari satu grup (5-7 roang) yang memegang alat musik yang berbeda-beda. Dan lagu yang mereka nyanyikan bervariasi. Mulai dari campur sari, lagu daerah, pop, rock, slowrock, dangdut, seperti kopi dangdut, ondel-ondel, jali-jali, sms, goyang dombret, ayam jago, sekuntum mawar merah, lagu-lgu peterpan, radja, dan sebagainya.

N tadi, waktu aku naik kereta jam 5 dari stasiun Palmerah, bisa menikmati orkestra gratis yang tak kalah menariknya dengan yang ada di TV. Bila biasanya di satu gerbong mereka hanya menyanyi 2 buah lagu, lain dengna tadi. Tadi, ada sekelompok orang yang request lagu ke grup pemusik itu. Mungkin tertarik dengan suara mereka yang bisa dibilang cukup merdu dan kompak. Sepanjang perjalanan dari Stasiun Tanah Abang sampai stasiun Sudimara (sekitar 1 jam perjalanan) satu gerbong bisa menikmati permainan musik mereka yang menyanyikan request dari penumpang. sekitar 10 lagu mereka nyanyikan. Dari situ, cukup bnayak uang yang mereka hasilkan. Terlihat dari uang yang diberikan oleh yang me-request lagu. Ada yang memberi 10 lembar uang seribu rupiah, 2 lembar uang 10 ribu, uang lima ribuan dan banyak lagi. Sepertinya tak kurang dari 50 ribu mereka dapat dalam sekejap permainan musik mereka.

Buat kita, penumpang kereta, mungkin saja ada yang terganggu dengan kebisingan mereka dalam bermusik dan sorak-sorai orang yang menikmatinya sehingga tidak bisa tidur. Tapi banyak pula yang justru senang dengan hiburan rakyat yang murah meriah tersebut. Dengan harga tiket Rp 1.500 rupiah untuk sampai di stasiun tujuan, masih ditambah dengna hiburan yang bisa membuat perjalanan jadi terasa pendek.

So, tak ada salahnya lho menikmati perjalanan naik kereta, yang bagi sebagian besar merupakan kendaraan bagi kalangan menengah ke bawah. Tapi justru ada kesenangan tersendiri dan pengalaman yang bagus.

2 comments:

nie said...

wah... jadi ndak perlu repot bawa walkman ato radio yah? hehehehe...

Icha said...

hohohoh... gitu deh.. hehehhehe...