Pemandangan apa yang bakal didapat dari bepergian dengan kereta ekonomi lintas
Cukup banyak. Sangat beragam malah.... Realita kehiddupan yang keras akan terpampang sangat jelas di depan mata. Bukan lagi pemandangan yang memanjakan mata dan pikiran, namun, pemandangan yang membuat mata terbelalak, otak bekerja, dan hati seperti diketuk-ketuk dengan palu. Yups... kadang sangat miris melihat kenyataan yang ada di gemerlap
Sepanjang perjalanan ini akan menemui banyak penjaja keliling yang berteriak-teriak menjajakan dagangannya. Tak hanya makanan saja, melainkan juga baju, boneka, kartu perdana, jepit rambut, tissue, rokok, kipas, payung, dan masih banyak lagi.
Selain penjaja keliling ini, masih ada juga pengamen kereta. Model ngamen mereka macam-macam.
Bila profesi ngamen itu kebanyakan dilakukan oleh yang sudah besar atau dewasa saja, anak-anak mempunyai profesi yang lain lagi. Mereka biasanya sebagai tukang sapu di dalam kereta. Dengan alat seadanya, seperti sapu kecil atau kadang kardus dan tak jarang dengan tangan mereka sendiri, mereka mencari sedekah sambil menyapu sampah-sampah yang ada di kereta. Sebagian besar dari mereka seharusnya duduk di bangku SD. Namun, karena keterbatasan biaya, mereka bekerja. Pikiran mereka menjadi seperti orang dewasa karena lingkungan mereka menuntut mereka seperti itu. Keras dan kadang sedikit liar.
Selain itu semua, masih ada lagi yang selalu ada di kereta. Orang tua-tua dan juga yang memiliki keterbatasan fisik (cacat fisik alias anggota tubuh tak lengkap) juga ada di kereta. Mereka biasanya berharap pada belas kasihan orang. Orang yang cacat tubuh seperti yang kaki atau tangan tak sempurna ini, biasanya tidak berjalan, melainkan ngesot. Sometimes… kasihan banget ngeiatnya. Kelompok ini, sering kali diejek oleh orang-orang. Ditertawakan dan diteriaki atau dimaki-maki karena mengganggu. Banyak orang yang seperti tak melihat keberadaan mereka. Terutama yang tak mampu berjalan dnegan baik atau ngesot tadi. Mereka dilangkahi dan sering disandung-sandung. Kasihan banget deh.
Bisa dibayangkan, uang seribu sangat berarti bagi mereka. Bahkan, uang 500 perak pun akan diterima dengan sukacita. Tadi sekilas aja tentang pemandangan yang ada di dalam kereta. Lebih baik, saat naik kereta siapkan uang receh untuk memberi sesuatu pada pengemis yang memang kelihatan sangat membutuhkan. Karna kadang kala juga ada yang segar bugar tapi malah mengemis….
Kalau ingin pemandangan yang lain dari biasanya, naiklah kereta KRL ekonomi. Maka pemandangan seperti ini yang akan ditemui. Hiruk pikuk dalam kereta yang sarat orang jualan seperti pasar kaget, namun, harganya sangat terjangkau. Masalah higienis… ya.. bisa dipikirkan sendirilah…. Tapi.. banyak juga kok yang beli, dan kebanyakan dagangan mereka laris manis.
No comments:
Post a Comment