Jika ada yang bertanya... enak mana antara Jakarta dan kota kelahiranku....
Aku jadi bingung menjawabnya.
Jakarta, 9 tahun aku tinggali, tapi rasanya masih saja aku tidak bisa mengikuti gayanya.
Di ibukota ini, banyak yang bisa dikihat. Banyak pula intrik yang mewarnai kehidupan. Banyak tipe orang yang ditemui.
Di kota kelahiranku, banyak pula yang bisa dirasakan dengan segala intrik dan orang-orang yang mendiaminya.
Selama apapun meninggalkan kota itu, saat kembali lagi, masih diingat orang-orangnya. Masih diterima dengan ramah dan sahaja.
Di sana, ada banyak saudara dan orang-orang yang bersamaku tumbuh besar. Tak hanya itu, mama n papa juga masih di sana.
Sampai kelas 6 SD aku masih di sana. Menempuh jarak 6 kilo untuk mencapai kota kabupaten setiap harinya. Dulu, masih jarang yang menggunakan motor dan mobil. Kebnayakan lebih suka denagn becak. Bersama dengan segala macam bau kota kecil dan desa. Kadangkala melewati sawah dan kerbau-kerbau pembajaknya.
Orang-orangnya satu sama lain sering bertegur sapa setiap bertemu. Antara satu dengan yang lain kadangkala masih ada tali persaudaraan. Saat kita sedang pacaran dengan siapa, maka jangan heran kalau hampir satu kota juga tahu hingga riwayat keluarganya. Anak siapa, sodara siapa, rumahnya di mana, buka toko apa, cucunya sapa. sodaranya berapa. Sudah bukan rahasia lagi.
In the Night... kdangkala rasanya kangen banget sama rumah. Kangen masakan rumah n segala baunya. Kangen dengan jalan2 yang biasa aku lewati. Kangen dengan orang2 yang sering aku jumpai...... ESP..my mom n dad....
Di sini, yang jelas, aku tidak tinggal dengan orang tuaku. Orang yang kupanggil mama dan papa adalah orang tua angkat. Mama sini adalah adik papa kandungku. So, mereka adalah om dan tante. Sejak SMP aku tinggal di sini. Tinggal tidak dengan orang tua sendiri sangat berbeda. Ada bnayak hal yang tidak bisa dilakukan dengan bebas ketimbang tinggal dengan ortu sendiri. Setahun sekali, saat liburan panjang aku pulang ke rumah orangtuaku.
Sometimes, pengen cerita, tapi bingung gimana mulainya. Mau curhat, bingung gimana mulainya juga. Kadang mau minta ijin juga segan.... Sekarang memang lebih bebas daripada waktu sekolah dulu, but tetep aja lebih enak tinggal dengan ortu.
2 comments:
waaah...gak kebayang gw gimana rasanya manggil om & tante dengan papa & Mama & tinggal bareng mereka.
Untung Icha punya blog ya.. jadi kan bisa crita2 & curhat2 juga ;)
hehehehe.... dah dari kecil... dibiasain manggil gitu.. jadi kayak punya mama 2 n papa 2. giliran salah.. yang ngomelin banyak deh... pusing.....
Post a Comment