already 40 days he passed away...
Masih blm percaya kalau papa benar-benar sudah tiada... Bahwa papa tidak akan pulang lagi menaiki kijang hitam kesayangannya... Jika dulu mobil kijang hitam itu menjadi pertanda kedatangannya... sekarang tidak lagi.. Mobil hitam itu kehilangan tuan kesayangannya... yang sering mengelus dan memandikannya..
Hanya 2 minggu di rumah sakit,... tanpa disangka.. itu adalah 2 minggu terakhir aku bertemu dengannya.. Tak disangka bahwa ia tidak pernah masuk lagi ke dalam rumah dan mencoletehi banyak pernik di dalam rumah. Tak ada yang mengira kalau saat aku dan mama menungguinya di rumah sakit akan menjadi saat-saat terakhirku menemaninya dan memandang wajahnya, sekaligus saat-saat terakhir aku bisa memberikan yang terbaik dan mendengar suaranya.
Siapa yang menyangka 31 Desember yang seharusnya menjadi hari yang penuh kegembiraan karena pergantian tahun, malah menjadi satu hari yang penuh tangis, khawatir, kesedihan, penantian, dan juga penuh duka... Sapa yang sangka....
31 Desember 2009 pukul 17.00 menjadi saat penentuan dalam penantian... Ruangan ICCU rumah sakit SILOAM ramai dengan teriakan dan tangisan. Riuh dengan suara peralatan medis bercampur dengan teriakan dokter yang meneriakan nama obat-obatan. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Obat dan segalanya tetap tak bisa mempertahankan detak nadi kehidupan. Ternyata Ia lebih mengharapkan papa menemaninya di SANA.
Mata itu tertutup rapat. Seakan tidur dalam damai. Serasa semua beban di pundaknya sudah terangkat. Baru saat itu aku sadar.. tubuh itu jauh lebih kurus dari yang pernah kuingat sekalipun setiap hari aku bertemu. Sayangnya, aku tak menemaninya hingga detik trakhir. Aku tak bisa menemaninya menghembuskan nafas terakhir. Saat kami masuk ke dalam ruangan ICCU.. ternyata mata itu sudah tertutup.... tangan itu sudah dingin... Hanya dokter dan suster yang masih berusaha keras memacu jantungnya.. mencoba segala daya upaya mengembalikan nadi kehidupan. Tapi tetap tak bisa....
2 minggu berbaring karena penyakit yang bisa dianggap sepele, bisa dianggap serius, Infeksi paru-paru, dengan paru-paru ditumbuhi jamur candida albicans. Dan mungkin saja ada masalah dengan jantungnya, yang entah aku tak pahami. Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, hanya 2 minggu itu terbaring lemah, dan sekarang tak ada.
Ada sebersit rasa tak rela, ada sebersit rasa tak ingin berpisah, tapi apa daya. Bukan aku empunya nadi kehidupan. Bukan aku sang sutradara... tangis dan deraian air mata juga tak mungkin mengembalikannya, malah bisa menghambat jalannya. Sekarang, hanya doa yang bisa aku berikan. Memori itu... kenangan itu... masih sangat membekas.... wajah itu.. akan selalu ada di pelupuk mata.. dan suara itu... akan selalu aku rindukan....
I miss you a lot...
3 comments:
Turut Berduka Cita sedalam dalam hati saya atas kembali nya alm ke pangkuan Tuhan. Kira nya kini alm beristirahat dalam kedamaian dengan Yesus di Surga.
turut berduka cita ia mbaa...
Aduh Icha, turut berduka cita ya cha.
Tuhan beri icha & keluarga kekuatan ya cha!
God bless!!
Post a Comment