Friday, November 04, 2005

Lebaran

Hari ini hari lebaran. Segalanya seperti terlihat lebih indah dan sedap dipandang. Meski aku bukan pemeluk agama Islam, aku merasa senang dengan adanya hari Idul Fitri ini. Entah mengapa, hari lebaran selalu mengingatkanku pada rumah. Pada kampung halaman. Tujuh tahun lamanya aku tak merasakan sibuknya kota kecil yang akan merayakan lebaran.

Lebaran di kota tak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Yang berbeda hanyalah ada hiasan ketupat dimana-mana dan saat lebaran hari pertama, jalanan akan sepi sekali.

Di desa berbeda sekali. Dimana-mana tercium aroma lebaran. Orang-orang bersliweran dengan baju baru beraneka warna dan model. Senyum ada di mana-mana. Meski tak saling mengenal, selalu ada salam lebaran yang terdengar. Tak ada yang acuh satu sama lain. Anak-anak kecil terlihat gembira denagn baju baru mereka.

Malam sebelum hari raya, malam takbir, jalanan akan ramai dengan gema takbir hingga dini hari. Dengan mobil-mobil bak terbuka dan sound sistem seadanya, gema takbir disuarakan. Tak hanya oleh orang dewasa saja, anak-anak kecil justru yang paling bersemangat. Pawai takbir inipun ditunggu2 oleh orang-orang sekampung. Begitu terdengar gema takbir di jalanan, mereka akan berduyun-duyun menonton dari tepi jalan sambil ikut-ikutan bersorak. Dan mereka tak akan pergi sebelum pawai takbir itu berakhir. Toko-toko pangan di pinggir jalan besar tidak ada yang tutup meski waktu telah menunjukkan dini hari. Mereka akan buka sampai pagi alias 24 jam. Mau tahu mereka melakukkannya? Mereka tidak emnutup toko untuk menyambut orang-orang yang baru saja datang ke kota kecil mereka. Alias orang yang baru pulang kampung. Biasanya orang-orang yang mudik ini akan langsung menuju ke salah satu toko yang paling menarik dalam menata dagangan lebarannya untuk berbelanja sebagai oleh-oleh bagi keluarga dan sanak saudara. Dan kedatangan mereka tak hanya di siang dna pagi ahri saja. Banyak dari ereka yang justru sampai di kota kecil ini di waktu tengah malam ataupun dini hari. Ini pula yang membuat banyak tukang-tukang becak ataupun ojek yang juga tidak pulang melainkan tetap berjaga kalau-kalau ada yang ingin menggunakan jasa mereka.

1 comment:

Anonymous said...

I have been looking for sites like this for a long time. Thank you! » » »