Friday, November 04, 2005

Me n my little bro

Mengapa seseorang bila sedang bersama selalu saja ada masalah. pertengkaran tak pernah tak ada. namun, bila menjauh, selalu ada rasa rindu.

Rasa ini kurasakan dengan sangat. 7 tahun lamanya aku tak hidup dalam satu atap dengan adikku. 7 tahun lamanya aku hanya bertemu paling lama satu bulan dalam setahun. Itupun hanya terjadi dalam liburan. Masing-masing dari kami punya kesibukkan sendiri-sendiri. Usiaku dengannya berbeda 3 tahun.

Dan kini saat kami berdua mulai hidup dalam satu atap lagi, aku menjadi tidak terbiasa. Berbagai masalah timbul. Pertengkaran demi pertengkaran mewarnai hari-hari kami. Perang mulut selalu terjadi setiap hari.

Aku yang terbiasa sendiri, melakukan banyak hal sendiri, memiliki semuanya sendiri, menggunakan barang-barang sendiri, dan memiliki ruang sendiri, kini tidak bisa seperti dulu lagi. Bahkan aku tak punya kamar sendiri lagi. Barang-barang tak lagi kugunakan sendiri. Masih ada yang juga menggunakannya.

Bila dulu aku memiliki kesendirian dan bisa saja diam bila sedang gak mood ngobrol, sekarang aku mesti belajar toleransi. Ya.. kadang di saat aku tak ingin bicara, dia mengajakku bicara, mengajak ngobrol. Dan bila aku menjawabnya asal-asalan, dia akan marah. Bicara keras sedikit, dia akan ngambek. Hal ini kadangkala membuatku kesal. Kesal sekali. Apa yang aku lakukan serba salah. Aku juga kadang suka merasa kesal dengan tingkahnya.

Saat aku ingin menolongnya, menasehatinya, memberi arahan, dia cuek aja. Gak mau dengar. Akhirnya perang mulut lagi. Aku merasa terganggu dengan sifatnya yang suka ngambek. Capek rasanya menghadapi dia.

Mungkin memang karena aku sudah sekian tahun tak terbiasa dengan adanya adik, jadinya aku sekarang merasa cemburu, kesal, dan sering marah-marah. Berkali-kali aku coba menahan diri untuk berlaku baik layaknya seorang kakak, tapi, jarang sekali berhasil. Capek rasanya....

Namun, bila aku berjauhan dengannya seperti dulu, aku sering merasa rindu dengannya. Aku ingin dia ada di dekatku. Bersama setiap hari. Tertawa dan bercanda ria bersama. Namun, saat bersama seperti sekarang, tidak seperti dalam bayanganku. Semuanya berbeda dari bayanganku.

Sepertinya aku bukan seorang Kakak yang baik. Bukan kakak yang sabar. Aku sering tak sabar menghadapi dia. Aku sering tak sabar membimbing dia. Entah sebaiknya bagaimana..... tinggal berjauhan ataukah seatap.........