Thursday, January 19, 2006

Galau

Mentari tlah pulang ke peraduannya
dewi malam membuka pintu rumahnya
menyilakan setiap insan menjengukkan kepalanya
menatapi kemolekkan tubuhnya

Malam semakin kelam.
hanya nyanyian binatang malam yang menemani
mengusir segala kegalauan
menyiram hati dengan air kedamaian
meski panas hati tak kunjung reda
namun, alam sadar masih menempati ruang
mata tak jadi gelap karna kesal
dan tangan siap membuang sesak di dada
batu-batu amarah dipukul abis
menghilang bersama hembusan nafas