Friday, March 31, 2006

Ular Baja

Peluit kereta terdengar lagi. Keras memekakkan telinga. Beradu dengan suara petugas peron dari pengeras suara.

Gerombolan orang yang tadinya duduk santai sambil mengobrol lekas berdiri. Berjalan hilir mudik. Berlari ke ujung lain. Sikut sana sikut sini. Mendesak tubuh-tubuh di sekelilingnya demi mencari tempat pas untuk menaiki gerbong kereta. Sepanjang sisi rel penuh dengan nyawa manusia, tua muda, besar kecil, gendut kurus.

Perjuangan baru akan dimulai. Wajah-wajah siap tempur terlihat dimana-mana. Kuda-kuda dipasang menanti segala kemungkinan. Buntelan-buntelan didekap erat di dada. Tangan-tangan mencengkeram dan siap mencakar apapun yang mencolek buntelan-buntelannya. Tak ada lagi buntelan di belakang punggung. Sebisa mungkin ada di bawah mata.

Ular baja perlahan memasuki lorong stasiun. Berhenti di depan pejuang-pejuang keluarga yang siap menyerbunya bahkan ketika ular itu masih menggeliat. Dan akhirnya, sang ular membuka pintu perutnya.

Inilah puncak pertama yang harus didaki. Kulit ular yang ternyata sangat tinggi membuat pencintanya kesulitan menggapai lantai perutnya. Waktu sangat sempit dan ruang dalam perutnya terbatas. Hokum alamlah yang akhirnya berlaku. Tak ada lagi sopan santun ataupun ladies first. Siapa yang kuat, gesit, cepat, cekatan, dan bisa jadi egois, dialah yang bisa menaiki dan memilih tempat yang nyaman. Orang yang mampu memasuki perut si ular baja ini bukanlah orang lemah mengingat perjuangan untuk memasukinya dan perebutan yang ada di dalamnya.

Untuk memiliki naluri buaya, jangan harap mendapat mangsa empuk. Bisa jadi malah perut besar akan berbunyi. Jarang sekali ditemukan pakaian-pakaian kekurangan bahan. Karena bisa dipastikan empunya akan kesusahan memasuki perut si ular.

Perjuangan pertama usai dan berhasil masuk ke dalam perut ular. Bukan berarti perjuangan telah usai. Masih ada perjuangan lain di dalam perut ular baja ini. Mulai dari sempitnya ruang dan panasnya lorong di sepanjang perut. Desak-desakkan manusia di dalam ruang layaknya masuk ruang sauna gratis namun tanpa bisa bersantai. Bau udara pun sudah tak mampu lagi dipilah-pilah. Parfum mahal, body cologne, spray, sabun wangi, dan keringat apak bercampur jadi satu dan menjadi santapan hidung-hidung. Belum lagi panas yang membuat hidung serasa tak mampu lagi mendapat udara.