Saturday, April 22, 2006

Falling love but forget him????

Cinta bisa sangat menyiksa ya…

Persahabatan menimbulkan cinta murni. Cinta murni menumbuhkan kasih sayang.

Ada kalanya ketika kita mencintai seseorang harus mampu merasa sakit dan menderita demi orang itu. Bahkan rela melepasnya.

Sangat tidak enak rasanya bila bertepuk sebelah tangan apalagi dengan teman sendiri. Ingin mengucapkan apa yang sedang kita rasakan tapi susah sekali. Ada rasa takut dan malu. Takut akhirnya dia menjauh dan menjadi canggung lalu kita kehilangan persahabatan. Dan juga malu karena suka dengan sahabat sendiri. Dan akhirnya kita hanya mampu memendamnya dan berusaha bersikap wajar di depannya. Menjadi pendengar yang baik dan menjadi sahabat yang baik sekalipun di saat dia sedang suka dengan seseorang. Sedang memuji-muji orang lain dan hidupnya hanya terfokus pada orang itu. Memang ada rasa kesal, kecewa dan kosong di hati. Tapi apa mau dikata. Dia juga tak tahu apa yang sedang aku rasakan sekarang. Dan aku merasa seperti sedang memimpikan sesuatu yang tak dapat dipenuhi.

Awalnya tak ada rasa apapun dalam hatiku. Baru akhir-akhir ini aku merasa dia sangat spesial untukku. Ya.. saat dia mulai memiliki dunia dan teman2 baru. Saat dia tak lagi selalu bersamaku seperti sebelumnya. Barulah aku menyadarinya. Memang manusia baru akan sadar akan kehadiran seseorang bila kita sudah kehilangan.

Aku mengakui adanya perasaan lain di hatiku tentang dirinya. Tentang kehadirannya. Tentang segala yang melekat di dirinya. Ketika aku menceritakan hal ini ke temenku, Gd, dia tertawa keras. Karena sebelumnya aku berkata tidak akan menyukai dia. Tapi, Gd akhirnya berkata kalau lebih baik aku melupakannya. Lebih baik aku tidak terlalu mengharapkan dia. Dia udah punya gebetan. Aku tahu kok kalau ada orang lain yang dia suka.

Melupakan dia?? Jelas tak mungkin melupakan dia karena hampir setiap hari aku bertemu dengannya. Yang bisa adalah mencoba melupakan perasaanku kepadanya. Itu yang susah. Apalagi hampir setiap waktu aku bertemu dengannya. Bermain bersama dan bercanda bersama.

Di saat-saat tertentu pikiranku penuh akan dirinya. Pikiranku tertuju padanya. Hati terasa sangat kosong dan perih seakan ingin menangis. Dan akhirnya hanya bisa mengganggu Gd. Sms dia dan miss called dia. Yeah… hanya Gd yang menjadi sasaran segala yang ada di hati. Tak mungkin aku mengatakan pada dia.