Tuesday, April 18, 2006

PAskah


Perayaan Paskah bisa jadi merupakan pesta bagi anak-anak. Pesta meriah yang membuat mereka bergembira dan merasa memiliki gereja. Tak ada salahnya mengadakan sebuah misa yang khusus untuk anak-anak seperti yang telah diadakan di gereja Santa Monika dan telah menjadi tradisi tahunan di setiap Paskah dan Natal. Dengan segala kepolosan dan kesederhanaan serta kreatifitasnya, anak-anak mampu memberi warna yang berbeda dari misa biasanya. Lagu-lagu yang mereka bawakan pun riang dan mudah diikuti. Suara yang berkumandang terdengar jernih dan lucu.

Tak hanya itu, misa yang dibuat dengan gaya anak-anak ini mampu menyedot perhatian mereka untuk mengikuti misa dari awal hingga selesai. Bila biasanya mereka berlarian ke sana- ke mari, di misa ini, tak ada yang seperti itu. Semuanya duduk manis di tempat mereka. Memang ada jeritan dan canda tawa serta perang kecil. Namanya juga anak kecil yang misa. Homili pastor yang diawali tablo kisah sengsara Yesus yang sederhana mampu membuat mereka bengong dan diam melihatnya. Lucu sekali bila bisa mengabadikan ekspresi anak-anak ini.

Anak-anak memang seperti malaikat kecil. Wajahnya bersih tanpa noda dan polos sekali. Ekspresi yang mereka berikan benar-benar apa yang mereka rasakan. Hal ini membuat petugas misa yang lain, yang lebih dewasa senang melihat mereka. Meski terasa capek dan pegal, tapi terbayar dengan melihat ekspresi lucu dan bahagia mereka. Terutama setelah mendapat bingkisan Paskah. Tanpa peduli apapun, dibukanya barang yang baru mereka bawa.

Dari sini, orang tua bisa belajar. Belajar bahwa, anak bisa duduk diam di gereja bila mereka bisa mengatur dan menyiasatinya. Tak seperti selama ini, yang orang tua selalu mengikuti kemauan anak untuk berjalan –jalan di gereja bahkan sambil menyuapi mereka. Baby sitter-baby sitter pun tak ketinggalan.

4 comments:

Anonymous said...

Anak-anak ikut misa membuat suasana ingar-bingar. Keriuhan suara anak asli menjadi inspirasi Yesus yang menegaskan, jadilah seperti anak-anak jikalau kau hendak mengikuti Aku.

Meski demikian, anak-anak kerap menjadi bulan-bulanan kalau ada misa non-anak-anak. Ambil contoh, di gereja St. Monika pernah ada larangan terhadap orang tua untuk membawa anak yang lepas kontrol. Padahal, anak yang ikut misa jika bertemu dengan teman-teman sebaya, suasana lepas kontrol jadi sulit dikendalikan. Dunia anak ya dunia keriuhan. Dalam hal ini pun, sebetulnya dunia orang tua lebih riuh lagi.

Atas dasar itu, misa khusus anak sebaiknya bukan hanya ketika Paskah, melainkan juga dijadikan misa setiap Minggu pagi. Jadilah anak di Paroki St. Monika ini justru menemukan tempat ibadahnya yang aman dan nyaman sejak dini. Apakah bisa di gereja St. Monika kebiasaan tahunan misa anak selama Paskah ini diresmikan jadi setiap Minggu?

Jika misa anak setiap Minggu terlalu membebani orang tua, tentu bisa dibuat setiap sebulan satu kali. Kalau orang tua atau umat sungguh-sungguh peduli akan nasib pendidikan iman dan rohani anak, maka agenda misa anak tiap sebulan sekali bisa jadi kegiatan positif. Meski ada bina iman, biarlah pendidikan kerohanian anak menjadi perhatian semua umat di Paroki St. Monika. Di kemudian hari, bukankah nasib atau keberadaan gereja St. Monika ada di tangan anak-anak itu?

Icha said...

ya.. semoga saja misa anak bisa semakin ditingkatkan.. dalam misa kan bisa membina iman anak.. ya gak..??? heheheh

Anonymous said...

Very nice site! Sexy sports cars lexus lx 470 los angeles Home owner insurance comparison lexi ebony sex 1991 mazda 626 picture lexus ls400 lpg credit equity home loan refinance utah Euro cabinet building Certified preowned lexus

Anonymous said...

Cool blog, interesting information... Keep it UP ordering vacuum furnaces and ovens information Fastest graphics card there is Oem mitsubishi auto parts Enchondroma supplement Vs valtrex acyclovir