Wednesday, April 12, 2006

Tertinggal

For a while, I've sad because we lost contact. No sms, no midnight call, no smile. But now, I'm happy. He just called me. We talked about many thing on the phone. He told that he want to find job at PRJ. And he asked about lecture.
Visit Cute-Spot.com!Rasanya ia telah berlari maju ke depan. Melakukan banyak hal yang rasanya asing bagiku. Membuat banyak perubahan tanpa aku ketahui dari awal. Dan aku merasa tertinggal di belakang dan hanya mampu menatap punggungnya. Setiap aku melangkahkan kaki satu langkah mengejarnya, ternyata ia telah berjalan 5 langkah di hadapanku hingga aku sulit menyejajarkan langkahku. Aku tak bisa memintanya menungguku.

Saat aku ingin mengeluarkan suara, ternyata suaraku tak bisa keluar dan ia terus melangkah, meninggalkanku di belakang. Padahal aku ingin berada di sampingnya. Menyejajarkan langkah dengannya dan melangkah bersama. Melakukan banyak hal bersama.

Bila kemarin aku mengatakan tidak, sekarang aku berkata ya. Mengatakan yang aku rasakan pada temanku. Aku ingin dia tahu apa yang aku rasakan saat ini. Apa yang aku pikirkan sekarang. Apa yang sedang terlintas di benakku saat ini. Agar ia tahu apa yang sedang terjadi padaku. Karna aku percaya ia mampu menyimpannya. Aku percaya ia mampu membantuku. Aku percaya ia bisa membuatku lebih hidup lagi.